Sabtu, 05 Juli 2014

RPP Tumbuhan Lumut




Rounded Rectangle: RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
WORKSHOP


 

Disusun oleh
DOMINGGUS MORE, S.Pd

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU ( PPG )
UNIVERSITAS NUSA CENDANA KUPANG

 














































RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Penddikan         : SMA
Mata pelajaran             : Biologi
Kelas/Semester             : X / 2
Tema                            : Dunia Tumbuhan
Sub Tema                     : Tumbuhan Lumut (Bryophyta)
Aloksai waktu              : 3 x 45’
A.    Kompetensi Inti
KI 1 :
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 :
Menghayati dan mengamalkan perilaku ilmiah  jujur, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsive dan proaktif dan menunjuhkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 :
Memahami, menerapkan, menganalisis pengatahuan factual, konseptual, procedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan peradapan terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan procedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 :
Mengolah, menalar,dan menyaji dalam rana kongkret dan rana abstrak terkait dengan penegembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
B.    Kompetensi Dasar
1.2
:
Menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam kemampuan mengamati bioproses.
2.1
:
Berperilaku ilmiah : teliti, tekun, jujur terhadap data fakta disiplin, tanggung jawab dan  Peduli dalam observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam mengajukan Pertanyaan dan berargumentasi, peduli lingkungan, gotong royong , bekerja sama cinta damai, berpendapat secara ilmiah dan kritis, responsive dan proaktif dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas/LAB maupun di luar kelas/LAB.
3.7
:
Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan tumbuhan kedalam division berdasarkan pengamatan morfologi dan metagenesis tumbuhan serta mengaitkanperanannya dalam kelangsungan kehidupan di bumi.
4.7
:
Menyajikan data tentang morfologi dan peran tumbuhan pada berbagai aspek kehidupan dalam bentuk  laporan tertulis.
C.    Indikator
1.       Mengidentifikasi ciri-ciri umum plantae
2.       Membandingkan ciri morfologi antara tumbuhan bryophyte dengan ciri-ciri umum plantea.
3.       Menjelaskan dasar-dasar klasifikasi bryophyte
4.       Menjelaskan klasifikasi bryophyte
5.       Menjelaskan metagenesis pada bryophyte
D.   Tujuan Pembelajaran
Setelah proses menggali/meneliti kajian pustaka, berdiskusi, kerja kelompok dan bereksperimen peserta didik di harapkan dapat :
1.       Mengidentifikasi ciri-ciri umum plantae
2.       Menyajikan data tentang ciri morfologi bryophyte.
3.       Membandingkan ciri morfologi antara tumbuhan bryophyte dengan ciri-ciri umum plantea.
4.       Menjelaskan dasar-dasar klasifikasi bryophyte.
5.       Menjelaskan klasifikasi brophyta
6.       Menjelaskan  bagan metagenesis bryophyte
7.       Menjelsakan peranan bryophyta bagi kehidupan manusia.
E.    Materi ajar
1.    Fakta
a.       Tumbuhan terdiri dari berbagai macam kelompok dan jenis
b.       Tumbuhan mempunyai manfaat yang sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan di planet bumi ini.
c.        Tumbuhan merupakan paru-paru dunia
d.       Beberapa jenis tumbuhan di manfaatkan oleh  manusia untuk, bahan bangunan (kayu), tanaman obat-obatan, tanaman hias dan juga sayur mayur.
e.       Gambar beberpa jenis tumbuhan lumut.













 



















2.    Konsep
a.       Ciri-ciri umum plantae
b.       Ciri morfologi briophyta
c.        Metageneseis pada bryiophyta
d.       Dasar-dasar klasifikasi bryophyte.
e.       Klasifikasi brophyta
f.         Bagan metagenesis bryophyte
g.       Peranan bryophyte bagi kehidupan manusia
3.    Prinsip
Dasar-dasar klasifikasi
Tumbbuhan terdiri dari berbagai macam kelompok dan jenis.
4.    Prosedur
Mengamati persamaa ciri-ciri tumbuhan kemudian mengklasifikasikan berdasarkan persamaan cirri tersebut kedalam kelas dan kelompok-kelompok tertentu serta menggambar siklus hidup tumbuhan lumut.
F.     Model dan Metode Pembelajaran
Pendekatan saintifik
Model pembelajaran Inquiry/ Discovery Learning
Metode pemebelajaran :
a.       Kajian Pustaka                                   c. Pengamatan              e. Penugasan/ Kerja Kelompok
b.       Jelajah Alam Sekitar               d. Dikusi
G.   Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan
Deskripsi
Alokasi Waktu
Pendahuluan
Apersepsi :
Guru menanyakan materi yang suda di pelajari sebelumnya tentang jamur
Masih ingatkah peserta didik tentang jamur?
Jawaban yang di harapkan :
Masih,  di antaranya
1.       Jamur adalah organisme eukariotik
2.       Dinding sel dari kitin
3.       Tidak memiliki klorofil,
4.       Berdasarkan cara hidup jamur ada tiga jenis sifat jamur yaitu sporofit, parasit dan mutual.
Motivasi :
Selanjutnya guru menampilkan specimen tumbuhan lumut dan meminta peserta didik untuk memperhatikan, kemudian guru menanyakan :
Dari specimen yang ada apa nama spesimen tersebut ?
Jawaban yang diharapkan :
Nama specimen tadi adalah tumbuhan lumut
Pengajuan Prasyarat
Guru memberikan pertanyaan :
Apa yang peserta didik ketahui mengenai tumbuhan lumut :
Jawaban yang di harapkan :
Bentuk tubuh lumut kecil, biasanya di jumpai di tempat-tempat lembab.
Menyampaikan Tujuan Pembelajar
Guru menyampaiakn tujuan pembelajaran sesui dengan target pencapaian  indicator.
Guru membagi peserta didik dalam bentuk kelompok dengan jumlah anggota dalam setiap kelompok  terdiri dari 4-5 orang.
Guru membagikan LPPD dan menjelaskan langkah-langkah kegiatan yang akan di gunakan oleh peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.
15 Menit
Kegiatan Inti

Mengamati:
Pada kegiatan ini guru meminta peserta didik keluar kelas selama 10 menit untuk mengamati tumbuhan lumut yang ada di lingkungan sekolah.
Peserta didik  mengamati :      
Alam sekitar  lingkungan sekolah khususnya Jenis-jenis tumbuhan lumut  yang terdapat di selokan-selokan atau di got-got, dan di tembok-tembok yang lembab.dalam kegiatan ini peserta didik menggunakan LUP untuk memperjelas obyek yang diamati, kemudian peserta didik di minta untuk mencatat hal-hal penting yang berkaitan dengan tumbuhan lumut, misalnya ciri-ciri, bantuk tubuh, dan habitatnya.
Menanya :
Pada kegiatan ini peserta didik dimotivasi untuk menanyakan dari berbagai jenis tumbuhan lumut :
1.       “Bagaimana mengenali nama lumut dan mengelompokanya?”
2.       “Apa ciri-ciri masing-masing kelompok?”
3.       “Apa manfaat keberadaan tumbuhan lumut  di muka bumi?”
Mengumpulkan Data (Eksplorasi)
Pada kegiatan ini peserta didik :
1.       Mengidentifikasi ciri-ciri umum tumbuhan
2.       Mengidentifikasi ciri-ciri tumbuhan lumut
3.       Menggunakan contoh tumbuhan yang dibawa dari kegiatan mengamatai (lumut) kemudian membandingkan ciri-ciri plantae.
4.       Mengidentifikasi alat reproduksi lumut dari lingkungan sekitar.
5.       Membuat  bagan metagenesis pada lumut, dan membandingkan dengan gambar pada buku atau charta.
Mengasosiasi
Pada kegiatan ini peserta didik :
1.       Mengaitkan konsep keanekaragaman hayati dengan metode pengelompokan, berdasarkan ciri morfologi dan metagenesis tumbuhan.
2.       Mendiskusikan ciri-ciri umum plantae,
3.       Mendiskusikan ciri-ciri morfologi tubuhan lumut
4.       Mendiskusikan  dasar-dasar klasifikasi bryophyta
5.       Mendiskussikan  klasifikasi bryophyte
6.       Mendiskusikan metagenensis yang terjadi pada tumbuhan lumut
Mengkomunikasikan
Pada kegiatan ini peserta didik
1.       Menyajikan laporan tertulis hasil pengamatan tumbuhan lumut.
2.       Secara acak dipilih beberapa kelompok untuk mempesentasikan hasil diskusi di depan kelas tentang:
a.       Ciri-ciri umum plantae
b.       Ciri-ciri morfologi bryophyte
c.        Dasar-dasar klasifikasi bryophyta
d.       Metagenesis pada lumut.
Guru memberikan penegasan mengenai materi pembelajaran, kemudian bersama siswa membuat rangkuman pemebalajaran.
110 Menit
Penutup
1.       Refleksi /umpan balik
Guru meminta salah seorang peserta didik untuk mengungkapkan secara lisan pengatahuan apa yang diperoleh dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan.
2.       Pemaknaan materi mengaitkan konsep pembelajaran dengan nilai-nilai religius.
3.       Melaksanakan post tes
4.       PT.(Penugasan Terstruktur)
Membuat rangkuman tentang siklus hidup dan metagenesis pada tumbuhan lumut.
5.       KMTT.(Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur)
Setiap siswa  ditugaskan untuk membuat cerita dunia tentang dunia tumbuhan sesuai kemampuanya dalam bentuk, ilustrasi atau komik, atau cerita untuk menunjukan pemahaman.
10 Menit
H.   Media, Bahan, Alat dan Sumber Belajar
1.    Media
LCD, Laptop
Visual          : Carta tumbuh lumut.
Audio visual : Video pembelajaran ( ciri- ciri khusus lumut)
Obyek Nyata  spesimen tumbuhan, lumut yang di bawa siswa
2.    Bahan Belajar
LKS
3.    Alat
Lup
4.    Sumber belajar
a.       Ferdinan dkk. 2009. Praktis Belajar Biologi 1. BSE Depdiknas : Jakarta
b.       Partiwi, D. A. 2006. Biologi untuk SMA kelas X. Erlangga : Jakarta
c.        http:/www.galeripustaka.com/2013/09/cirri-ciri umum kingdom plantae-tumbuhan.html
d.       http:/mahirdi-mahirdi.bogspot.com/2009/04/ klasifikasi kingdom plantae-tumbuhan.html
e.       Alam sekitar dengam metode (jelajah alam sekitar)
I.     Penilaian
a.      Penilaian sikap
Pertemuan 1
Teknik penilaian                : Penilaian sikap  ilmiah
Bentuk instrument                        : Lembar pengamatan perilaku ilmiah
Instrument : lampiran 1
b.      Penilaian pengetahuan
Teknik penilaian                : Tes tertulis
Bentuk instrument            : Soal Uraian
Kisi - kisi
Instrument : lampiran 2





Mengetahui
Kepala Sekolah


…………………………
  
Guru matapelajaran



Dominggus More, S.Pd









Lampiran 1
LEMBAR PEMBELAJARAN PESERTA DIDIK

Judul               : Tumbuhan Lumut.
Tujuan             :
Setelah proses pengamatan menggali/meneliti kajian pustaka, berdiskusi, kerja kelompok peserta didik di harapkan dapat :
1.       Mengidentifikasi ciri-ciri umum plantae
2.       Menyajikan data tentang ciri morfologi bryophyte.
3.       Membandingkan ciri morfologi tumbuhan bryophyte dengan ciri-ciri umum plantea.
4.       Menjelaskan dasar-dasar klasifikasi bryophyte.
5.       Menjelaskan klasifikasi brophyta
6.       Menjelaskan  bagan metagenesis bryophyte
7.       Menjelsakan peranan bryophyta bagi kehidupan manusia.
Kajian teori     :
Lumut merupakan tumbuhan darat sejati, walaupun masih menyukai tempat yang lembab dan basah. Lumut yang hidup di air jarang kita jumpai, kecuali lumut gambut (sphagnum sp.). Pada lumut, akar yang sebenarnya tidak ada, tumbuhan ini melekata dengan perantaraan Rhizoid (akar semu), olehkaren aitu tumbuhan lumut merupakan bentuk peralihan antara tumbuhan ber-Talus (Talofita) dengan tumbuhan ber-Kormus (Kormofita).Lumut mempunyai klorofil sehingga sifatnya autotrof. Lumut tumbuh di berbagai tempat, yang hidup pada daun-daun disebut sebagai epifil.
Lumut merupakan tumbuhan kecil, lembut. Mereka tidak mempunyai bunga atau biji, dan daun-daun yang sederhananya menutupi batang liat yang tipis. Tumbuhan lumut merupakan tumbuhan pelopor, yang tumbuh di suatu tempat sebelum tumbuhan lain mampu tumbuh. Ini terjadi karena tumbuhan lumut berukuran kecil tetapi membentuk koloni yang dapat menjangkau area yang luas. Jaringan tumbuhan yang mati menjadi sumber hara bagi tumbuhan lumut lain dan tumbuhan yang lainnya.Klasifikasi tradisional menggabungkan pula lumut hati ke dalam Bryophyta.
Petunjuk kerja :
Mengamati
Pada kegiatan ini peserta didik mengamati :
Alam sekitar  lingkungan sekolah khususnya Jenis-jenis tumbuhan lumut  yang terdapat di selokan-selokan atau di got-got, dan di tembok-tembok yang lembab.
    


Dalam kegiatan ini peserta didik menggunakan LUP. kemudian peserta didik di minta untuk mencatat hal-hal pentingyang berkaitan dengan tumbuhan lumut, misalnya ciri-ciri, bantuk tubuh, dan habitatnya
 Tabel 01.Pengamatan Tumbuhan Lumut
No
Nama Latin Tumbuhan Lumut
Ciri Morfologi
Habitat
Klasifikasi
1.




2.




3.




...




                                                                                                                                                                                                                                                                   
Menanya
1.    Masalah apa saja yang dapat kalian temukan dari gambar di atas?
Hasil Identifikasi Masalah
a.        
b.       
c.        
d.       
2.    Bacakan hasil identifikasi masalah kelompok kalian untuk disesuaikan dengan kelompok lain. Dengan bantuan guru, pilihlah salah satu masalah untuk dirumuskan menjadi sebuah hipotesis atau jawaban sementara.
Hipotesis :



Mengumpulkan Data (Eksplorasi)
Pada kegiatan ini peserta didik melakukan kajian pustaka mengenai :
1.       Ciri-ciri umum tumbuhan
2.       Ciri-ciri tumbuhan lumut
3.       Dasar-dasar klasifikasi tumbuhan lumut
4.       Klasifikasi tumbuhan lumut
5.       Mengidentifikasi alat reproduksi lumut
6.       Menjelaskan bagan metagenesis pada lumut,
7.       Peranan  tumbuhan lumut bagi kehidupan manusia
Mengasosiasi
Pada kegiatan ini peserta didik berdiskusi mencatat hasil pengumpulan data sebagai berikut :
1.       Ciri –ciri umum tumbuhan
....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

2.            Ciri-ciri tumbuhan lumut
....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
...................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

3.       Dasar kalsifikasi
....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

4.       Klasifikasi tumbuhan lumut (Bryophyta)
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
5.       Mengidentifikasi alat reproduksi tumbuhan lumut.
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

6.       Membuat  bagan metagenesis pada lumut
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
Skema metagenesis pada lumut.

1 (n)
                                                            Mitosis
2 (n)
3(n)

4 (n)

5 (n)

6 (n)
7 (n)

                                                                     8              8                                             Meosis
        9 (2n)

     10 (2n)

      11 (2n)

     12 (2n)
    13 (2n)

7.       Peranan  tumbuhan lumut bagi kehidupan manusia
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

Mengkomunikasikan
Pada kegiatan ini peserta didik :
a.       Menyajikan laporan tertulis hasil pengamatan tumbuhan lumut.
b.      Mempresentasikan hasil pengamatan
c.       Pesentasikan hasil kajian pustaka  di depan kelas tentang:
1.       Ciri-ciri umum plantae
2.       Ciri-ciri morfologi bryophyte
3.       Dasar klasifikasi bryophyte
4.       Klasifikasi bryophyte
5.       Metagenesis pada lumut.
d.      Buatlah laporan perorangan tentang tumbuhan lumut sesuai kaidah bahasa indonesia dengan sistematika penulisan dan dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya. Berikut ini sistematika penulisan laporannya :
Judul :
BAB I :
1.      Latar belakang
2.      Rumusan masalah
3.      Hipotesis
4.      Tujuan
BAB II :
1.      Data hasil kajian pustaka
2.      Pembahasan
BAB III :
1.      Kesimpulan
2.      Saran
Lampiran : Lembar diskusi peserta didik






















Lampiran 2 :
                                             PENILAIAN AFEKTIF
RUBRIK PENILAIAN OBSERVASI DAN PRESENTASI PERILAKU ILMIAH SISWA
No
Aspek Penilaian
Rubrik
1.              
Teliti
Dalam proses melaksanakan percobaan peserta didik dituntut untuk dapat memenuhi hal-hal sebagai berikut
a.       mencoba berulang kali untuk mencari hasil observasi  yang  sesuai secara efektif
b.       merangkai alat percobaan sesuai dengan petunjuk
c.       mampu merumuskan  masalah sesuai pengamatan
d.       membuat hipotesis yang sesuai dengan fakta
Skor
Penjelasan
4
Semua deskriptor tampak
3
Tiga  deskriptor tampak
2
Dua  deskriptor  tampak
1
Satu  deskriptor tampak
2.        

Aktif

Dalam proses melaksanakan  percobaan peserta didik dituntut untuk dapat memenuhi hal-hal sebagai berikut:
a.       Turut serta memberikan pendapat atau ide dalam  melakukan pengamatan, observasi dan waktu persentasi.
b.      Turut serta memberikan pendapat atau ide dalam  melakukan pengamatan dan observasi.
c.       Aktif melakukan percobaan/ perintah/ petunjuk yang diberikan guru.
d.      Mengikuti pengamatan, observasi dan presentasi
Skor
Penjelasan
4
Semua deskriptor tampak
3
Tiga  deskriptor tampak
2
Dua deskriptor  tampak
1
Satu  rubrik tampak
3.              
Tekun
Dalam proses melaksanakan  percobaan peserta didik dituntut untuk dapat memenuhi hal-hal sebagai berikut:
a.       Bersama-sama dalam menyusun laporan hasil percobaan untuk di presentasekan.
b.       Terlibat dengan sunguh-sunguh dalam kegiatan diskusi pada kegiatan mengasosiasi
c.       Melakukan percoabaan sesuai dengan petunjuk LKS atau LDS
d.       Mengikuti pengamatan, observasi dan presentasi dengan sunguh-sunguh
Skor
Penjelasan
4
Semua deskriptor tampak
3
Tiga  deskriptor tampak
2
Dua  deskriptor tampak
1
Satu  deskriptor tampak
4.              
Jujur
Dalam proses melaksanakan  percobaan peserta didik dituntut untuk dapat memenuhi hal-hal sebagai berikut:
a.       Membuat rangkuman dengan obyektif terhadap data-data yang di hasilkanya.
b.       Jujur melakukan kegiatan (mengamati,dan  menyimpulkan )
c.       Jujur melakukan kegiatan pengamatan sesuai dengan langkah-langkah pada  LKS/LDS
d.       Mencatat data sesuai dengan hasil pengamatan.

Skor
Penjelasan
4
Semua deskriptor tampak
3
Tiga  deskriptor tampak
2
Dua  deskriptor  tampak
1
Satu  deskriptor tampak
5.              
Disiplin
Dalam proses melaksanakan  percobaan peserta didik dituntut untuk dapat memenuhi hal-hal sebagai berikut:
a.       Mengikuti semua rangkaian kegitan pembelajaran dari awal sampai akhir
b.       Taat  dan patuh terhadap tugas yang di bagi dalam kegiatan berdiskusi
c.       Mengerajakan LKS/LDS  sesuai dengan waktu yang ditetapkan
d.       Melakukan observasi pengamatan sesusai dengan waktu yng di tetapkan
Skor
Penjelasan
4
Semua deskriptor tampak
3
Tiga  deskriptor tampak
2
Dua  deskriptor  tampak
1
Satu  deskriptor tampak
6.              


Tanggung jawab


Dalam proses melaksanakan percobaan peserta didik dituntut untuk dapat memenuhi hal-hal sebagai berikut
a.       Menyelesaikan pekerjaan sampai tuntas
b.       Melaksanakan tugas yang diberikan oleh guru maupun peran yang diberikan dalam kelompok
c.       Berbagi peran dalam kelompok
d.       Bergabung dalam kelompok.
Skor
Penjelasan
4
Semua deskriptor tampak
3
Tiga  deskriptor tampak
2
Dua  deskriptor  tampak
1
Satu  deskriptor tampak
7.              
Peduli
Dalam proses melaksanakan percobaan peserta didik dituntut untuk dapat memenuhi hal-hal sebagai berikut :
a.       Peduli terhadap serangkaian kegiatan belajar dari awal hingga tuntas
b.       Peduli terhadap diskusi dan presentasi
c.       Peduli dalam observasi dan eksperimen
d.       Peduli terhadap lingkungan sekolah  maupun lingkungan umum
Skor
Penjelasan
4
Semua deskriptor tampak
3
Tiga  deskriptor tampak
2
Dua  deskriptor  tampak
1
Satu  deskriptor tampak
8.              
Santun
Dalam proses melaksanakan percobaan peserta didik dituntut untuk dapat memenuhi hal-hal sebagai berikut :
a.       Bersikap santun dalam memberikan sanggahan
b.       Bersikap santun dalam memberikan tanggapan
c.       Bersikap santun dalam memberikan jawaban
d.       Bersikap santun dalam mengajukan pertanyaan

Skor
Penjelasan
4
Semua r deskriptor tampak
3
Tiga  deskriptor tampak
2
Dua  deskriptor  tampak
1
Satu  deskriptor tampak
9.              
Kerja Sama
Dalam proses melaksanakan percobaan peserta didik dituntut untuk dapat memenuhi hal-hal sebagai berikut:
a.       Berada dalam kelompok, Mengambil bagian dalam kerja kelompok, dan menyelesaikan tugas serta memberi ide/ solusi.
b.       Berada dalam kelompok, Mengambil bagian dalam kerja kelompok, dan menyelesaikan tugas
c.       Berada dalam kelompok dan Mengambil bagian dalam kerja kelompok
d.       Berada dalam kelompok.
Skor
Penjelasan
4
Semua deskriptor tampak
3
Tiga deskriptor tampak
2
Dua deskriptor tampak
1
Satu deskriptor tampak
10.    
Responsif
Dalam proses melaksanakan percobaan peserta didik dituntut untuk dapat memenuhi hal-hal sebagai berikut:
a.       Selalu memberikan tanggapan ataupun masukan saat pelaksanaan diskusi.
b.       Terlibat aktif dalam diskusi kelompok
c.       Bersedia untuk mewakili kelompok dalam melakukan observasi atau pengamatan
d.        Cepat tanggap terhadap kekurangan yang ada di kelompok
Skor
Penjelasan
4
Semua deskriptor tampak
3
Tiga deskriptor tampak
2
Dua deskriptor tampak
1
Satu deskriptor tampak
11.   11.







Proaktif




Dalam proses melaksanakan peresentasi peserta didik dituntut untuk dapat memenuhi hal-hal sebagai berikut:
a.       mampu menjalankan tugas sesuai peran yang diberikan dalam presentasi hasil percobaan
b.       Turut menyiapkan media penunjang presentasi
c.       Memberi sumbangan pikiran dalam presentasi
d.       Mampu memberi solusi serta membuktikan hasil percobaan dengan konsep yang benar
Skor
Penjelasan
4
Semua deskriptor tampak
3
Tiga deskriptor tampak
2
Dua deskriptor tampak
1
Satu deskriptor tampak









Format Penilaian Afektif

No.
Nama klmpk
Nama
Kriteria Penilaian
Nilai Individu Jmlah Skor ((A+B)/2)
Nilai Kelompok (TNAK/BAK)
Predikat

Penilaian Observasi (A)

Penilaian Presentasi (B)

Teliti
Aktif
Tekun
Jujur
Disiplin
Tanggung Jawab
Jumlah Skor
Peduli
Santun
Kerja Sama
Responsif
Proaktif
Jumlah Skor


4
4
4
4
4
4
100
4
4
4
4
4
100
100

A

1
SATU
Wisnu
4
2
3
1
2
1
54
3
3
2
3
4
75
64,58333333
68,95833333


2
Dewi
2
4
2
3
4
2
70
4
2
2
3
2
65
67,91666667


3
Andi
2
3
2
2
2
2
54
3
3
3
2
2
65
59,58333333


4
Nando
4
4
2
4
3
4
87
2
3
3
4
4
80
83,75


5
DUA
Vivin
2
4
3
2
3
4
75
2
2
2
3
4
65
70
70,10416667


6
Astin
2
3
4
3
2
2
66
2
2
3
3
4
70
68,33333333


7
Leo
2
4
4
3
2
3
75
3
2
4
3
4
80
77,5


8
Judin
2
3
2
2
2
2
54
4
2
3
3
3
75
64,58333333


9
TIGA
Urai
3
4
3
2
4
3
79
2
3
3
2
2
60
69,58333333
73,64583333


10
Deris
2
3
4
3
4
2
75
3
2
2
4
4
75
75


11
Tioming
3
3
2
3
2
3
66
4
3
4
2
3
80
73,33333333


12
Dalson
4
4
3
3
3
3
83
2
2
3
4
3
70
76,66666667



Keterangan pengisian skor
4 = Sangat baik                :  skor 85 – 100
3 = Baik                 :  skor 68 – 84
2 = Cukup               :  skor 51 – 67
1 = Kurang            :   50





Lampiran 3 :
                                            PENILAIAN KOGNITIF
Teknik Penilaian                                      : Tes tertulis
Bentuk Instrumen                                   : Soal uraian
Kisi-kisi
Indikator
Soal
Kunci Jawaban
Skor
Mengidentifikasi ciri-ciri umum Plantae
1.        Jelaskan ciri-ciri umum tumbuhan
·         Merupakan organism eukariotik
·         Bersifat multiseluler
·         Memiliki dinding sel yang mengandung selulosa
·         Berklorofil a dan b
·         Berfotosintesis dan dapat menyimpanan cadangan makanan dalam bentuk amilum.
·         Bereproduksi secara generative dan vegetative
·         Memiliki akar, batang dan daun, bunga, buah, biji.
7
Menyajikan  data tentang ciri-ciri morfologi bryophyta
2.        Mengapa tumbuhan lumut dikatakan sebagaitumbuhan pealihan thallophyta dan chormophyta ?
Lumut dikatakan sebagai tumbuhan peralihan kerena belum memiliki, akar, batang dan daun sejati.Lumut juga dikenal sebagao moss.
3
3.        Lumut belum memiliki pembuluh angkut (xylem dan floem) bagaimanakah cara pengangkutan air dan garam mineral serta hasil fotosintesis pada tumbuhan lumut?
Lumut belum memiliki jaringan pengangkut olehkarena itu pada lumut hanya berupa jaringan empulur. Air diserap oleh rizoid dengan cara imbibisi kemudian diedarkan ke seluruh bagian tubuh lumut melalui proses difusi. Begitupun hasil fotosintesis di edarkan dengan cara yang sama. 

3
Membandingkan cirri morfologi tumbuhan lumut dan cirri umum kingdom plantae
4.        Apa perbedaan ciri dari tumbuhan lumut danciri dari dunia tumbuhan secara umum.
Tumbuhan Lumut
Dunia Tumbuhan Secara Umum
5
a.       Umumnya memiliki habitat di daerah yang lembab.
b.       Merupakan tumbuhan peralihan
c.       Akar berupa rizoid
d.       Tidak memiliki jaringan pengangkut
e.       Mengalami metagenesia dengan fase gametofit dan fase sprofit.
a.       Habitatnya bervariasi
b.       Merupakan tumbuhan sejati
c.       Mempunyai akar sejati, daun dan batang yang suda dapat di bedakan
d.       Memiliki jaringan pengangkut berupa xylem dan floem
e.       Berkembang biakan secara vegetative dan generative.
Menjelaskan dasar-dasar klasifikasi bryophyte

5.        Berdasarkan bentuk tubuh lumut  diklasifikasikan kedlam berapa kelas? Jelaskan !
Tumbuhan lumut diklsfikasikan menjadi tiga kelas yaitu, Hepaticopsida yaitu lumut hati, Anthocertopsida yakni lumut tanduk dan bryiopsida yakni lumut daun.
Hepaticopsida:
Tumbuhan talus dengan tubuh berbentuk lembaran pipih, dan berlobus contohnya, (Marchantia sp, Lunularia,    Jungermannia)
Anthocerptopsida:
Berbentuk seperti lumut hati tetapi, sporofitnya berbentuk kapsul memanjang seperti tanduk dan  mengandung kutikula.contohnya, (Anthoceros puctatus, Phaeeocorus , folioceros)
Bryopsida :
Merupakan lumut sejati, tubunya berbentuk seperti tumuhan kecil yang tumbuh tegak seperti daun.
(Polytrichum commune,Sphagnum squarosum)

4

FORMAT PENILAIAN KOGNITIF
NO
NAMA PESERTA DIDIK
NOMOR SOAL DAN SKOR
JUMLAH SKOR
NILAI
1
2
3
4
5
7
3
3
5
4
22
100
1.








2.








3.








4.








5.








6.








7.








8.








9.








...









NA = SKOR PEROLEHAN   X 100
          SKOR MAX 
Lampiran 3 :
   
BAHAN AJAR
TUMBUHAN LUMUT
Bahan ajar ini membahas tentang BRYOPHYTA / TUMBUHAN LUMUT meliputi  ciri khas (habitat,  struktur tubuh) cara reproduksi, metagenesis, klasifikasi, contoh dan peranan dalam kehidupan
A.   Lumut (pengertian,ciri-ciri,klasifikasi,siklus dan manfaat lumut)
a.       Pengertian Lumut (Bryophyta)
Lumut merupakan kelompok tumbuhan yang telah beradaptasi dengan lingkungan darat. Kelompok tumbuhan ini penyebarannya menggunakan spora dan telah mendiami bumi semenjak kurang lebih 350 juta tahun yang lalu. Pada masa sekarang ini Bryophyta dapat ditemukan disemua habitat kecuali di laut (Gradstein,2003).

Dalam skala evolusi lumut berada diantara ganggang hijau dan tumbuhan berpembuluh (tumbuhan paku dan tumbuhan berbiji). Persamaan antara ketiga tumbuhan tersebut adalah ketiganya mempunyai pigmen fotosintesis berupa klorofil A dan B, dan pati sebagai cadangan makanan utama (Hasan dan Ariyanti, 2004).

Perbedaan mendasar antara ganggang dengan lumut dan tumbuhan berpembuluh telah beradaptasi dengan lingkungan darat yang kering dengan mempunyai organ reproduksi (gametangium dan sporangium), selalu terdiri dari banyak sel (multiselluler) dan dilindungi oleh lapisan sel-sel mandul, zigotnya berkembang menjadi embrio dan tetap tinggal di dalam gametangium betina. Oleh karena itu lumut dan tumbuhan berpembuluh pada umumnya merupakan tumbuhan darat tidak seperti ganggang yang kebanyakan aquatik (Tjitrosoepomo, 1989).

Lumut dapat dibedakan dari tumbuhan berpembuluh terutama karena lumut (kecuali Polytrichales) tidak mempunyai sistem pengangkut air dan makanan. Selain itu lumut tidak mempunyai akar sejati, lumut melekat pada substrat dengan menggunakan rhizoid. Siklus hidup lumut dan tumbuhan berpembuluh juga berbeda (Hasan dan Ariyanti, 2004).

Pada tumbuhan berpembuluh, tumbuhan sesungguhnya di alam merupakan generasi aseksual (sporofit), sedangkan generasi gametofitnya sangat tereduksi.  Sebaliknya pada lumut, tumbuhan sesungguhnya merupakan generasi seksual (gametofit). Sporofit lumut sangat tereduksi dan selama perkembangannya melekat dan tergantung pada gametofit (Polunin, 1990).
b.        Ciri-ciri Lumut
Ciri-ciri lumut secara umum adalah sebagai berikut :
a)      Berwarna hijau, karena sel-selnya memiliki kloroplas (plastida).
b)      Struktur tubuhnya masih sederhana, belum memiliki jaringan pengangkut.
c)      Proses pengangkutan air dan zat mineral di dalam tubuh berlangsung secara difusi dan dibantu oleh aliran sitoplasma.
d)      Hidup di rawa-rawa atau tempat yang lembab.
e)       Ukuran tinggi tubuh ± 20 cm.
f)        Dinding sel tersusun atas sellulose.
g)      Gametangium terdiri atas anteredium dan archegoniom.
h)     Daun lumut tersusun atas selapis sel berukuran kecil mengandung kloroplas seperti jala, kecuali pada ibu tulang daunnya.
i)        Hanya mengalami pertumbuhan primer dengan sebuah sel pemula berbentuk tetrader.
j)        Belum memiliki akar sejati, sehingga menyerap air dan mineral dalam tanah menggunakan rhizoid.
k)      Rhizoid terdiri atas beberapa lapis deretan sel parenkim.
l)        Sporofit terdiri atas kapsul dan seta.
m)   Sporofit yang ada pada ujung gametofit berwarna hijau dan memiliki klorofil, sehingga bisa melakukan fotosintesis.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEji-piebifK6iuHc8IJMydKM7-d0mb-W_3K9R-70Zrc0seyhN13IFwZtWQoa3QXHUdrBTL90KnDIui3ijpSktRdAivl48fxhluwIWmWLavZJ1gKAnrz39XSAN_MFjWaklte5OjuMcKws9c/s400/Moss2.jpg
B.      Klasifikasi Lumut

Divisio tumbuhan lumut dibagi menjadi beberapa kelas, yaitu:
1.  Musci (lumut daun)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzGyjB5KaJpBUPN7Q8EK8S1nQAFouu0dq7Tt7pTXM7oS5C7hd_OkdoFfy4xwDjCwMpsJjhNBiG0_l0eBFJcRwBV-ici2KsXqRDxjgJVA22dBXLss7FZZjWeydl2MsCsQRc4oE8ZGiKMDM/s1600/lumut+daun.jpg

Disebut lumut daun karena pada jenis lumut ini telah ditemukan daun meskipun ukurannya masih kecil. Lumut daun merupakan jenis lumut yang banyak dijumpai sehingga paling banyak dikenal. Contoh-contoh spesiesnya adalah Polytrichum juniperinum, Furaria, Pogonatum cirratum, dan Sphagnum.


2. Hepaticae (lumut hati)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2DANhyKjvVCHzJAYa_1apNXbpLSG4-VZUDT2jlL3cJdsyOH2CfZvc9VjJegFy-_wpSipPabZGjynkjJtxIhGvSneJnOFzHudSRYAUOkpWBnmilbS5oIxqFlAZptUEHpuh3FcpLBshFyE/s200/lumut+hati.jpg
Lumut hati atau Hepaticae dapat bereproduksi secara seksual dengan peleburan gamet jantan dan betina, secara aseksual dengan pembentukan gemmae. Contohnya adalah Marchantia polymorpha.
3. Anthocerotaceae (lumut tanduk)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgv_s4TzPiwW0la1HevXZteKlB2dFADWbIRJ5xchCMuKfjYv33C0ugI7wmhcvxcrXPzucT9WaIQwZ_Sh5JN9PbiJPYeeHzv3Zx8I8QYOSuE1kgWu60v3lpAKP3Ui4AsVNFFPN4a6ih9K0U/s320/lumut+tanduk.jpeg
Disebut sebagai lumut tanduk karena morfologi sporofitnya mirip seperti tanduk hewan. Contohnya adalah Anthoceros leavis.

Morfologi lumut  bervariasi. Ada 2 tipe lumut hati yaitu lumut hati bertalus (thallose liverwort) dan lumut hati berdaun (leafy liverwort). Lumut hati melekat pada substrat dengan rhizoid uniselluler (Hasan dan Ariyanti, 2004).  Pada kebanyakan lumut thalloid selain rhizoid juga dijumpai sisik-sisik. Sporofit pada kelompok lumut ini hidupnya hanya sebentar, lunak dan tidak berklorofil. Spora yang telah masak dikeluarkan dari kapsul dengan cara kapsul pecah menjadi 4 bagian memanjang atau lebih (Gradstein, 2003).

Anthoceropsida atau lumut tanduk mempunyai gametofit bertalus dengan sporofit indeterminate dan berklorofil. Berbeda dengan bryophyta lainnya, sel-sel talus Anthocerpsida mempunyai satu kloroplas besar pada masing-masing selnya.  Kapsul berbentuk silindris memanjang dimulai dari bagian ujung kapsul (Hasan dan Ariyanti, 2004).

Bryopsida dikenal sebagai lumut daun atau lumut sejati, merupakan kelas yang terbesar dalam bryophyta. Hampir semua anggotanya mempunyai gametofit yang telah terdifferensiasi sehingga dapat dibedakan bentuk-bentuk seperti batang, cabang dan daun. Sporofit bryopsida berumur panjang, berwarna kecokelatan terdiri atas kaki yang berfungsi untuk menyerap nutrien dari gametofit, dan kapsul yang  disangga oleh suatu tangkai disebut seta. Spora masak dibebaskan dari kapsul setelah operculum (struktur semacam tutup pada kapsul) membuka secara perlahan-lahan melalui satu atau dua baris gigi-gigi yang disebut peristom. Takakiopsida hanya mempunyai satu marga yaitu Takakia, dikenal sebagai suatu kelompok baru Bryopsida. Takakiopsida mempunyai ciri-ciri gabungan antara lumut sejati dan lumut hati (Mishler et al., 2003).

C.      Siklus Hidup Lumut

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9OyiO_W0maCmCinOdFdh6CMEeBXwqyRNuf50jQcL75s9OjIhbpzB6qTTITg3nIMft9IeE0QYy0u9EiJJRLpYc92eB9ZeNtdtKM4cOW137wifi2cClviiHUAMAQteeyEW9wWLzv9jRkeU/s320/Gambar-6.3-Siklus-hidup-Bryophyta.-Pada-siklus-hidupnya-terjadi-pergiliran-antara-fase-sporofit-fase-gametofit.-300x281.jpg

Lumut mengalami siklus hidup
diplobiontik dengan pergantian generasi heteromorfik. Kelompok tumbuhan ini menunjukkan pergiliran generasi gametofit dan sporofit yang secara morfologi berbeda. Generasi yang dominan adalah gametofit, sementara sporofitnya secara permanen melekat dan tergantung pada gametofit. Generasi sporofit selama hidupnya mendapat makanan dari gametofit seperti pada Gambar 2.2 (Mishler et al., 2003).

Pada siklus hidup tumbuhan lumut, sporofit menghasilkan spora yang akan berkecambah menjadi protonema. Selanjutnya dari protonema akan muncul gametofit. Generasi gametofit mempunyai satu set kromosom (haploid) dan menghasilkan organ sex (gametangium) yang disebut archegonium (betina) yang
menghasilkan sel telur dan antheredium (jantan) yang menghasilkan sperma berflagella (antherezoid dan spermatozoid). Gametangium biasanya dilindungi oleh daun-daun khusus yang disebut bract (daun pelindung) atau oleh tipe struktur pelindung lainnya (Mishler et al., 2003).

Gametangium jantan (antheredium) berbentuk bulat atau seperti gada, sedangkan gametogonium betinanya (arkegonium) berbentuk seperti botol dengan bagian lebar disebut perut dan bagian yang sempit disebut leher. Gametangia jantan dan betina dapat dihasilkan pada tanaman yang sama (monoceous) atau pada tanaman berbeda (dioceous) (Gradstein, 2003).

Fertilisasi sel telur oleh antherezoid menghasilkan zigot dengan dua set kromosom (diploid). Zigot merupakan awal generasi sporofit. Selanjutnya pembelahan zigot membentuk sporofit dewasa yang terdiri dari kaki sebagai pelekat pada gametofit, seta atau tangkai dan kapsul (sporangium) di bagian ujungnya.

Kapsul merupakan tempat dihasilkannya spora melalui meiosis. Setelah spora masak dan dibebaskan dari dalam kapsul berarti satu siklus hidup telah lengkap (Hasan dan Ariyanti, 2004)

D.Manfaat Lumut

Suatu penelitian yang menyangkut kegunaan Bryophyta di seluruh dunia telah dilakukan. Berdasarkan data yang ada, lumut dapat digunakan sebagai bahan untuk hiasan rumah tangga, obat-obatan, bahan untuk ilmu pengetahuan dan sebagai indikator biologi untuk mengetahui degradasi lingkungan. Beberapa contoh lumut

yang dapat digunakan tersebut adalah Calymperes, Campylopus dan Sphagnum (Glime & Saxena, 1991 dalam Tan, 2003). Selain sebagai indikator lingkungan, keberadaan lumut di dalam hutan hujan tropis sangat memegang peranan penting sebagai tempat tumbuh organisme seperti serangga dan waduk air hujan (Gradstein, 2003).


Sphagnum kadang-kadang digunakan sebagai media alternatif untuk mengerami telur buaya oleh para petani buaya di Philipina. Bahkan dilaporkan pula penggunaan lumut yang dikeringkan sebagai bahan bakar dan bahan untuk konstruksi rumah-rumah di daerah-daerah panas tetapi hal ini tidak dapat
diterapkan di wilayah Asia Tenggara (Pant & Tewari, 1989 dalam Tan, 2003).

Lumut sering juga digunakan untuk pertamanan dan rumah kaca. Hal lain yang telah dilakukan dengan lumut ini adalah menggunakannya sebagai bahan obat-obatan. Berdasarkan hasil penelitian di Cina, lebih dari 40 jenis lumut telah digunakan oleh masyarakat Cina sebagai bahan obat-obatan terutama untuk mengobati gatal-gatal dan penyakit lain yang disebabkan oleh bakteri dan jamur (Ding, 1982 dalam Tan 2003).