RENCANA PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN
(RPP)
(RPP)
Satuan Penddikan
: SMA
Mata pelajaran : Biologi
Kelas/Semester : X / 2
Tema : Dunia Tumbuhan
Sub Tema : Tumbuhan Lumut (Bryophyta)
Aloksai waktu : 3 x 45’
A. Kompetensi
Inti
KI 1 :
|
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
|
KI 2 :
|
Menghayati dan mengamalkan perilaku ilmiah jujur, tanggung jawab, peduli (gotong
royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsive dan proaktif dan
menunjuhkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
|
KI 3 :
|
Memahami,
menerapkan, menganalisis pengatahuan factual, konseptual, procedural
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya dan peradapan terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan procedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat
dan minatnya untuk memecahkan masalah.
|
KI 4 :
|
Mengolah,
menalar,dan menyaji dalam rana kongkret dan rana abstrak terkait dengan
penegembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
|
B. Kompetensi
Dasar
1.2
|
:
|
Menyadari
dan mengagumi pola pikir
ilmiah dalam kemampuan mengamati bioproses.
|
2.1
|
:
|
Berperilaku
ilmiah : teliti, tekun, jujur terhadap data fakta disiplin, tanggung jawab
dan Peduli dalam observasi dan
eksperimen, berani dan santun dalam mengajukan Pertanyaan dan berargumentasi,
peduli lingkungan, gotong royong , bekerja sama cinta damai, berpendapat
secara ilmiah dan kritis, responsive dan proaktif dalam setiap tindakan dan dalam melakukan
pengamatan dan percobaan di dalam kelas/LAB maupun di luar kelas/LAB.
|
3.7
|
:
|
Menerapkan
prinsip klasifikasi untuk menggolongkan tumbuhan kedalam division berdasarkan
pengamatan morfologi dan metagenesis tumbuhan serta mengaitkanperanannya
dalam kelangsungan kehidupan di bumi.
|
4.7
|
:
|
Menyajikan
data tentang morfologi dan peran tumbuhan pada berbagai aspek kehidupan dalam
bentuk laporan tertulis.
|
C. Indikator
1.
Mengidentifikasi
ciri-ciri umum plantae
2.
Membandingkan
ciri morfologi antara tumbuhan bryophyte dengan ciri-ciri umum plantea.
3.
Menjelaskan
dasar-dasar klasifikasi bryophyte
4.
Menjelaskan
klasifikasi bryophyte
5.
Menjelaskan
metagenesis pada bryophyte
D. Tujuan
Pembelajaran
Setelah proses
menggali/meneliti kajian pustaka, berdiskusi, kerja kelompok dan bereksperimen
peserta didik di harapkan dapat :
1.
Mengidentifikasi
ciri-ciri umum plantae
2.
Menyajikan
data tentang ciri morfologi bryophyte.
3.
Membandingkan
ciri morfologi antara tumbuhan bryophyte dengan ciri-ciri umum plantea.
4.
Menjelaskan
dasar-dasar klasifikasi bryophyte.
5.
Menjelaskan
klasifikasi brophyta
6.
Menjelaskan
bagan metagenesis bryophyte
7.
Menjelsakan
peranan bryophyta bagi
kehidupan manusia.
E.
Materi ajar
1.
Fakta
a. Tumbuhan terdiri dari berbagai
macam kelompok dan jenis
b. Tumbuhan mempunyai manfaat
yang sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan di planet bumi ini.
c.
Tumbuhan
merupakan paru-paru dunia
d. Beberapa jenis tumbuhan di
manfaatkan oleh manusia untuk, bahan
bangunan (kayu), tanaman obat-obatan, tanaman hias dan juga sayur mayur.
e. Gambar beberpa jenis tumbuhan
lumut.
![]() |
|||||
![]() |
|||||
![]() |
|||||
2.
Konsep
a. Ciri-ciri umum plantae
b. Ciri morfologi briophyta
c.
Metageneseis
pada bryiophyta
d. Dasar-dasar klasifikasi
bryophyte.
e. Klasifikasi brophyta
f.
Bagan
metagenesis bryophyte
g. Peranan bryophyte bagi
kehidupan manusia
3. Prinsip
Dasar-dasar klasifikasi
Tumbbuhan terdiri dari berbagai macam kelompok dan jenis.
4. Prosedur
Mengamati persamaa ciri-ciri tumbuhan kemudian
mengklasifikasikan berdasarkan persamaan cirri tersebut kedalam kelas dan
kelompok-kelompok tertentu serta menggambar siklus hidup tumbuhan lumut.
F.
Model dan Metode
Pembelajaran
Pendekatan saintifik
Model pembelajaran Inquiry/ Discovery Learning
Metode pemebelajaran :
a.
Kajian
Pustaka c. Pengamatan
e. Penugasan/ Kerja Kelompok
b.
Jelajah
Alam Sekitar d. Dikusi
G.
Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan
|
Deskripsi
|
Alokasi Waktu
|
Pendahuluan
|
Apersepsi :
Guru
menanyakan materi yang suda di pelajari sebelumnya tentang jamur
Masih ingatkah peserta didik tentang jamur?
Jawaban yang di harapkan :
Masih, di
antaranya
1.
Jamur adalah organisme eukariotik
2.
Dinding sel dari kitin
3.
Tidak memiliki klorofil,
4.
Berdasarkan cara hidup jamur ada tiga jenis sifat jamur
yaitu sporofit, parasit dan mutual.
Motivasi :
Selanjutnya
guru menampilkan specimen tumbuhan lumut dan meminta peserta didik untuk memperhatikan,
kemudian guru menanyakan :
Dari
specimen yang ada apa nama spesimen tersebut ?
Jawaban
yang diharapkan :
Nama specimen tadi adalah tumbuhan lumut
Pengajuan Prasyarat
Guru memberikan pertanyaan :
Apa yang peserta didik ketahui mengenai tumbuhan lumut
:
Jawaban yang di harapkan :
Bentuk tubuh lumut kecil, biasanya di jumpai di
tempat-tempat lembab.
Menyampaikan Tujuan Pembelajar
Guru menyampaiakn tujuan pembelajaran sesui dengan target
pencapaian indicator.
Guru membagi peserta didik dalam bentuk kelompok dengan
jumlah anggota dalam setiap kelompok
terdiri dari 4-5 orang.
Guru membagikan LPPD dan menjelaskan langkah-langkah
kegiatan yang akan di gunakan oleh peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.
|
15 Menit
|
Kegiatan
Inti
|
Mengamati:
Pada kegiatan ini guru meminta peserta didik keluar
kelas selama 10 menit untuk mengamati tumbuhan lumut yang ada di lingkungan
sekolah.
Peserta didik mengamati :
Alam
sekitar lingkungan sekolah khususnya Jenis-jenis tumbuhan
lumut yang terdapat di
selokan-selokan atau di got-got, dan di tembok-tembok yang lembab.dalam
kegiatan ini peserta didik menggunakan LUP untuk memperjelas obyek yang
diamati, kemudian peserta didik di minta untuk mencatat hal-hal penting yang
berkaitan dengan tumbuhan lumut, misalnya ciri-ciri, bantuk tubuh, dan
habitatnya.
Menanya :
Pada kegiatan ini peserta didik dimotivasi untuk menanyakan
dari berbagai jenis tumbuhan lumut :
1.
“Bagaimana
mengenali nama lumut dan mengelompokanya?”
2.
“Apa
ciri-ciri masing-masing kelompok?”
3.
“Apa
manfaat keberadaan tumbuhan lumut di
muka bumi?”
Mengumpulkan Data (Eksplorasi)
Pada kegiatan ini peserta didik :
1.
Mengidentifikasi ciri-ciri umum tumbuhan
2.
Mengidentifikasi ciri-ciri tumbuhan lumut
3.
Menggunakan
contoh tumbuhan yang dibawa dari kegiatan mengamatai (lumut) kemudian membandingkan
ciri-ciri plantae.
4.
Mengidentifikasi
alat reproduksi lumut dari lingkungan sekitar.
5.
Membuat
bagan metagenesis pada lumut, dan
membandingkan dengan gambar pada buku atau charta.
Mengasosiasi
Pada kegiatan ini peserta didik :
1.
Mengaitkan
konsep keanekaragaman hayati dengan metode pengelompokan, berdasarkan ciri
morfologi dan metagenesis tumbuhan.
2.
Mendiskusikan
ciri-ciri umum plantae,
3.
Mendiskusikan
ciri-ciri morfologi tubuhan lumut
4.
Mendiskusikan dasar-dasar klasifikasi bryophyta
5.
Mendiskussikan
klasifikasi bryophyte
6.
Mendiskusikan
metagenensis yang terjadi pada tumbuhan lumut
Mengkomunikasikan
Pada kegiatan ini peserta didik
1.
Menyajikan
laporan tertulis hasil pengamatan tumbuhan lumut.
2.
Secara
acak dipilih beberapa kelompok untuk mempesentasikan hasil diskusi di depan
kelas tentang:
a.
Ciri-ciri
umum plantae
b.
Ciri-ciri
morfologi bryophyte
c.
Dasar-dasar
klasifikasi bryophyta
d.
Metagenesis
pada lumut.
Guru
memberikan penegasan mengenai materi
pembelajaran, kemudian bersama siswa membuat rangkuman pemebalajaran.
|
110 Menit
|
Penutup
|
1.
Refleksi
/umpan balik
Guru
meminta salah seorang peserta didik
untuk mengungkapkan secara lisan pengatahuan apa yang diperoleh dari kegiatan
pembelajaran yang telah dilaksanakan.
2.
Pemaknaan
materi mengaitkan konsep pembelajaran dengan nilai-nilai religius.
3.
Melaksanakan post tes
4.
PT.(Penugasan Terstruktur)
Membuat rangkuman tentang siklus hidup dan metagenesis
pada tumbuhan lumut.
5.
KMTT.(Kegiatan Mandiri Tidak
Terstruktur)
Setiap siswa ditugaskan untuk membuat cerita dunia
tentang dunia tumbuhan sesuai kemampuanya dalam bentuk, ilustrasi atau komik,
atau cerita untuk menunjukan pemahaman.
|
10 Menit
|
H.
Media, Bahan, Alat dan Sumber
Belajar
1.
Media
LCD, Laptop
Visual : Carta
tumbuh lumut.
Audio visual : Video
pembelajaran ( ciri- ciri khusus lumut)
Obyek Nyata spesimen
tumbuhan, lumut yang di bawa siswa
2.
Bahan
Belajar
LKS
3.
Alat
Lup
4. Sumber
belajar
a.
Ferdinan dkk. 2009. Praktis Belajar Biologi 1. BSE
Depdiknas : Jakarta
b.
Partiwi, D. A. 2006. Biologi untuk SMA kelas X. Erlangga :
Jakarta
c.
http:/www.galeripustaka.com/2013/09/cirri-ciri
umum kingdom plantae-tumbuhan.html
d.
http:/mahirdi-mahirdi.bogspot.com/2009/04/
klasifikasi kingdom plantae-tumbuhan.html
e. Alam sekitar dengam metode
(jelajah alam sekitar)
I.
Penilaian
a.
Penilaian
sikap
Pertemuan
1
Teknik penilaian : Penilaian sikap ilmiah
Bentuk instrument :
Lembar pengamatan perilaku ilmiah
Instrument : lampiran 1
b.
Penilaian
pengetahuan
Teknik penilaian :
Tes tertulis
Bentuk instrument : Soal Uraian
Kisi - kisi
Instrument : lampiran 2
Mengetahui
Kepala
Sekolah
…………………………
|
Guru
matapelajaran
Dominggus
More, S.Pd
|
Lampiran 1
LEMBAR PEMBELAJARAN PESERTA DIDIK
Judul :
Tumbuhan Lumut.
Tujuan :
Setelah proses pengamatan menggali/meneliti kajian pustaka, berdiskusi, kerja kelompok
peserta didik di harapkan dapat :
1.
Mengidentifikasi
ciri-ciri umum plantae
2.
Menyajikan
data tentang ciri morfologi bryophyte.
3.
Membandingkan
ciri morfologi tumbuhan bryophyte dengan ciri-ciri umum plantea.
4.
Menjelaskan
dasar-dasar klasifikasi bryophyte.
5.
Menjelaskan
klasifikasi brophyta
6.
Menjelaskan bagan metagenesis bryophyte
7.
Menjelsakan
peranan bryophyta bagi
kehidupan manusia.
Kajian teori :
Lumut
merupakan tumbuhan darat sejati, walaupun masih menyukai tempat yang lembab dan
basah. Lumut yang hidup di air jarang kita jumpai, kecuali lumut gambut
(sphagnum sp.). Pada lumut, akar yang sebenarnya tidak ada, tumbuhan ini
melekata dengan perantaraan Rhizoid (akar semu), olehkaren aitu tumbuhan lumut
merupakan bentuk peralihan antara tumbuhan ber-Talus (Talofita) dengan tumbuhan
ber-Kormus (Kormofita).Lumut mempunyai klorofil sehingga sifatnya autotrof. Lumut
tumbuh di berbagai tempat, yang hidup pada daun-daun disebut sebagai epifil.
Lumut merupakan tumbuhan
kecil, lembut. Mereka tidak mempunyai bunga atau biji, dan daun-daun yang
sederhananya menutupi batang liat yang tipis. Tumbuhan lumut merupakan tumbuhan
pelopor, yang tumbuh di suatu tempat sebelum tumbuhan lain mampu tumbuh. Ini
terjadi karena tumbuhan lumut berukuran kecil tetapi membentuk koloni yang
dapat menjangkau area yang luas. Jaringan tumbuhan yang mati menjadi sumber
hara bagi tumbuhan lumut lain dan tumbuhan yang lainnya.Klasifikasi tradisional
menggabungkan pula lumut hati ke dalam Bryophyta.
Petunjuk kerja :
Mengamati
Pada kegiatan ini peserta didik
mengamati :
Alam
sekitar
lingkungan sekolah khususnya Jenis-jenis tumbuhan
lumut yang terdapat di
selokan-selokan atau di got-got, dan di tembok-tembok yang lembab.

Dalam kegiatan ini peserta didik menggunakan LUP. kemudian peserta didik di
minta untuk mencatat hal-hal pentingyang berkaitan dengan tumbuhan lumut,
misalnya ciri-ciri, bantuk tubuh, dan habitatnya
Tabel 01.Pengamatan Tumbuhan Lumut
No
|
Nama Latin
Tumbuhan Lumut
|
Ciri Morfologi
|
Habitat
|
Klasifikasi
|
1.
|
||||
2.
|
||||
3.
|
||||
...
|
Menanya
1. Masalah
apa saja yang dapat kalian temukan dari gambar di atas?
Hasil
Identifikasi Masalah
|
a.
b.
c.
d.
|
2. Bacakan
hasil identifikasi masalah kelompok kalian untuk disesuaikan dengan kelompok
lain. Dengan bantuan guru, pilihlah salah satu masalah untuk dirumuskan menjadi
sebuah hipotesis atau jawaban sementara.
Hipotesis :
|
Mengumpulkan Data (Eksplorasi)
Pada kegiatan ini peserta didik melakukan
kajian pustaka mengenai :
1.
Ciri-ciri umum tumbuhan
2.
Ciri-ciri tumbuhan lumut
3.
Dasar-dasar klasifikasi tumbuhan lumut
4.
Klasifikasi tumbuhan lumut
5.
Mengidentifikasi
alat reproduksi lumut
6.
Menjelaskan bagan metagenesis pada lumut,
7.
Peranan tumbuhan
lumut bagi kehidupan manusia
Mengasosiasi
Pada kegiatan ini peserta didik berdiskusi mencatat hasil
pengumpulan data sebagai berikut :
1.
Ciri –ciri umum tumbuhan
....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2.
Ciri-ciri
tumbuhan lumut
....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
...................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3.
Dasar kalsifikasi
....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
4.
Klasifikasi
tumbuhan lumut (Bryophyta)
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
5.
Mengidentifikasi alat reproduksi tumbuhan lumut.
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
6.
Membuat
bagan metagenesis pada lumut
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
Skema metagenesis pada
lumut.
Mitosis
|
|
2 (n)
|
|
6 (n)
|
7 (n)
|
8 8 Meosis
|
|
12 (2n)
|
|
7.
Peranan tumbuhan
lumut bagi kehidupan manusia
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
Mengkomunikasikan
Pada kegiatan ini peserta didik :
a.
Menyajikan
laporan tertulis hasil pengamatan tumbuhan lumut.
b.
Mempresentasikan
hasil pengamatan
c.
Pesentasikan hasil
kajian pustaka di depan kelas tentang:
1.
Ciri-ciri
umum plantae
2.
Ciri-ciri
morfologi bryophyte
3.
Dasar klasifikasi bryophyte
4.
Klasifikasi bryophyte
5.
Metagenesis
pada lumut.
d.
Buatlah laporan
perorangan tentang tumbuhan lumut sesuai
kaidah bahasa indonesia dengan sistematika penulisan dan dikumpulkan pada
pertemuan selanjutnya. Berikut ini sistematika penulisan laporannya :
Judul :
BAB I :
1. Latar
belakang
2. Rumusan
masalah
3. Hipotesis
4. Tujuan
BAB
II :
1. Data
hasil kajian pustaka
2. Pembahasan
BAB
III :
1. Kesimpulan
2. Saran
Lampiran
: Lembar diskusi peserta didik
Lampiran
2 :
PENILAIAN AFEKTIF
RUBRIK PENILAIAN OBSERVASI DAN PRESENTASI PERILAKU ILMIAH SISWA
No
|
Aspek Penilaian
|
Rubrik
|
||
1.
|
Teliti
|
Dalam proses melaksanakan
percobaan peserta didik dituntut untuk dapat memenuhi hal-hal sebagai berikut
a.
mencoba
berulang kali untuk mencari hasil observasi
yang sesuai secara efektif
b.
merangkai
alat percobaan sesuai dengan petunjuk
c.
mampu
merumuskan masalah sesuai pengamatan
d.
membuat
hipotesis yang sesuai dengan fakta
|
||
Skor
|
Penjelasan
|
|||
4
|
Semua deskriptor tampak
|
|||
3
|
Tiga deskriptor tampak
|
|||
2
|
Dua deskriptor tampak
|
|||
1
|
Satu deskriptor tampak
|
|||
2.
|
Aktif
|
Dalam proses melaksanakan
percobaan peserta didik dituntut untuk dapat memenuhi hal-hal sebagai
berikut:
a.
Turut
serta memberikan pendapat atau ide dalam
melakukan pengamatan, observasi dan waktu persentasi.
b.
Turut
serta memberikan pendapat atau ide dalam
melakukan pengamatan dan observasi.
c.
Aktif
melakukan percobaan/ perintah/ petunjuk yang diberikan guru.
d.
Mengikuti
pengamatan, observasi dan presentasi
|
||
Skor
|
Penjelasan
|
|||
4
|
Semua deskriptor tampak
|
|||
3
|
Tiga deskriptor tampak
|
|||
2
|
Dua deskriptor tampak
|
|||
1
|
Satu rubrik tampak
|
|||
3.
|
Tekun
|
Dalam proses melaksanakan
percobaan peserta didik dituntut untuk dapat memenuhi hal-hal sebagai
berikut:
a.
Bersama-sama dalam menyusun laporan hasil percobaan
untuk di presentasekan.
b.
Terlibat dengan sunguh-sunguh dalam kegiatan diskusi
pada kegiatan mengasosiasi
c.
Melakukan percoabaan sesuai dengan petunjuk LKS atau
LDS
d.
Mengikuti
pengamatan, observasi dan presentasi dengan sunguh-sunguh
|
||
Skor
|
Penjelasan
|
|||
4
|
Semua deskriptor tampak
|
|||
3
|
Tiga deskriptor tampak
|
|||
2
|
Dua deskriptor tampak
|
|||
1
|
Satu deskriptor tampak
|
|||
4.
|
Jujur
|
Dalam proses
melaksanakan percobaan peserta didik
dituntut untuk dapat memenuhi hal-hal sebagai berikut:
a.
Membuat rangkuman dengan obyektif terhadap data-data
yang di hasilkanya.
b.
Jujur melakukan kegiatan (mengamati,dan menyimpulkan )
c.
Jujur melakukan kegiatan pengamatan sesuai dengan
langkah-langkah pada LKS/LDS
d.
Mencatat data sesuai dengan hasil pengamatan.
|
||
Skor
|
Penjelasan
|
|||
4
|
Semua deskriptor tampak
|
|||
3
|
Tiga deskriptor tampak
|
|||
2
|
Dua deskriptor tampak
|
|||
1
|
Satu deskriptor tampak
|
|||
5.
|
Disiplin
|
Dalam proses
melaksanakan percobaan peserta didik
dituntut untuk dapat memenuhi hal-hal sebagai berikut:
a.
Mengikuti semua rangkaian kegitan pembelajaran dari
awal sampai akhir
b.
Taat dan patuh
terhadap tugas yang di bagi dalam kegiatan berdiskusi
c.
Mengerajakan LKS/LDS
sesuai dengan waktu yang ditetapkan
d.
Melakukan observasi pengamatan sesusai dengan waktu yng
di tetapkan
|
||
Skor
|
Penjelasan
|
|||
4
|
Semua deskriptor tampak
|
|||
3
|
Tiga deskriptor tampak
|
|||
2
|
Dua deskriptor tampak
|
|||
1
|
Satu deskriptor tampak
|
|||
6.
|
Tanggung jawab
|
Dalam proses
melaksanakan percobaan peserta didik dituntut untuk dapat memenuhi hal-hal
sebagai berikut
a.
Menyelesaikan
pekerjaan sampai tuntas
b.
Melaksanakan
tugas yang diberikan oleh guru maupun peran yang diberikan dalam kelompok
c.
Berbagi
peran dalam kelompok
d.
Bergabung
dalam kelompok.
|
||
Skor
|
Penjelasan
|
|||
4
|
Semua deskriptor tampak
|
|||
3
|
Tiga deskriptor tampak
|
|||
2
|
Dua deskriptor tampak
|
|||
1
|
Satu deskriptor tampak
|
|||
7.
|
Peduli
|
Dalam proses
melaksanakan percobaan peserta didik dituntut untuk dapat memenuhi hal-hal
sebagai berikut :
a.
Peduli terhadap serangkaian kegiatan belajar dari awal
hingga tuntas
b.
Peduli terhadap diskusi dan presentasi
c.
Peduli dalam observasi dan eksperimen
d.
Peduli terhadap lingkungan sekolah maupun lingkungan umum
|
||
Skor
|
Penjelasan
|
|||
4
|
Semua deskriptor tampak
|
|||
3
|
Tiga deskriptor tampak
|
|||
2
|
Dua deskriptor tampak
|
|||
1
|
Satu deskriptor tampak
|
|||
8.
|
Santun
|
Dalam proses
melaksanakan percobaan peserta didik dituntut untuk dapat memenuhi hal-hal
sebagai berikut :
a.
Bersikap santun dalam memberikan sanggahan
b.
Bersikap santun dalam memberikan tanggapan
c.
Bersikap santun dalam memberikan jawaban
d.
Bersikap santun dalam mengajukan pertanyaan
|
||
Skor
|
Penjelasan
|
|||
4
|
Semua r deskriptor tampak
|
|||
3
|
Tiga deskriptor tampak
|
|||
2
|
Dua deskriptor tampak
|
|||
1
|
Satu deskriptor
tampak
|
|||
9.
|
Kerja Sama
|
Dalam proses
melaksanakan percobaan peserta didik dituntut untuk dapat memenuhi hal-hal
sebagai berikut:
a.
Berada
dalam kelompok, Mengambil bagian dalam kerja kelompok, dan menyelesaikan
tugas serta memberi ide/ solusi.
b.
Berada
dalam kelompok, Mengambil bagian dalam kerja kelompok, dan menyelesaikan
tugas
c.
Berada
dalam kelompok dan Mengambil bagian dalam kerja kelompok
d.
Berada
dalam kelompok.
|
||
Skor
|
Penjelasan
|
|||
4
|
Semua
deskriptor tampak
|
|||
3
|
Tiga
deskriptor tampak
|
|||
2
|
Dua
deskriptor tampak
|
|||
1
|
Satu
deskriptor tampak
|
|||
10.
|
Responsif
|
Dalam proses
melaksanakan percobaan peserta didik dituntut untuk dapat memenuhi hal-hal
sebagai berikut:
a.
Selalu memberikan tanggapan ataupun masukan saat
pelaksanaan diskusi.
b.
Terlibat aktif dalam diskusi kelompok
c.
Bersedia untuk mewakili kelompok dalam melakukan
observasi atau pengamatan
d.
Cepat tanggap
terhadap kekurangan yang ada di kelompok
|
||
Skor
|
Penjelasan
|
|||
4
|
Semua
deskriptor tampak
|
|||
3
|
Tiga
deskriptor tampak
|
|||
2
|
Dua
deskriptor tampak
|
|||
1
|
Satu
deskriptor tampak
|
|||
11. 11.
|
Proaktif
|
Dalam proses
melaksanakan peresentasi peserta didik dituntut untuk dapat memenuhi hal-hal
sebagai berikut:
a.
mampu
menjalankan tugas sesuai peran yang diberikan dalam presentasi hasil
percobaan
b.
Turut
menyiapkan media penunjang presentasi
c.
Memberi
sumbangan pikiran dalam presentasi
d.
Mampu
memberi solusi serta membuktikan hasil percobaan dengan konsep yang benar
|
||
Skor
|
Penjelasan
|
|||
4
|
Semua
deskriptor tampak
|
|||
3
|
Tiga
deskriptor tampak
|
|||
2
|
Dua
deskriptor tampak
|
|||
1
|
Satu
deskriptor tampak
|
|||
Format Penilaian Afektif
|
|||||||||||||||||||
No.
|
Nama klmpk
|
Nama
|
Kriteria
Penilaian
|
Nilai
Individu Jmlah Skor ((A+B)/2)
|
Nilai
Kelompok (TNAK/BAK)
|
Predikat
|
|||||||||||||
Penilaian
Observasi (A)
|
Penilaian
Presentasi (B)
|
||||||||||||||||||
Teliti
|
Aktif
|
Tekun
|
Jujur
|
Disiplin
|
Tanggung
Jawab
|
Jumlah
Skor
|
Peduli
|
Santun
|
Kerja
Sama
|
Responsif
|
Proaktif
|
Jumlah
Skor
|
|||||||
4
|
4
|
4
|
4
|
4
|
4
|
100
|
4
|
4
|
4
|
4
|
4
|
100
|
100
|
A
|
|||||
1
|
SATU
|
Wisnu
|
4
|
2
|
3
|
1
|
2
|
1
|
54
|
3
|
3
|
2
|
3
|
4
|
75
|
64,58333333
|
68,95833333
|
||
2
|
Dewi
|
2
|
4
|
2
|
3
|
4
|
2
|
70
|
4
|
2
|
2
|
3
|
2
|
65
|
67,91666667
|
||||
3
|
Andi
|
2
|
3
|
2
|
2
|
2
|
2
|
54
|
3
|
3
|
3
|
2
|
2
|
65
|
59,58333333
|
||||
4
|
Nando
|
4
|
4
|
2
|
4
|
3
|
4
|
87
|
2
|
3
|
3
|
4
|
4
|
80
|
83,75
|
||||
5
|
DUA
|
Vivin
|
2
|
4
|
3
|
2
|
3
|
4
|
75
|
2
|
2
|
2
|
3
|
4
|
65
|
70
|
70,10416667
|
||
6
|
Astin
|
2
|
3
|
4
|
3
|
2
|
2
|
66
|
2
|
2
|
3
|
3
|
4
|
70
|
68,33333333
|
||||
7
|
Leo
|
2
|
4
|
4
|
3
|
2
|
3
|
75
|
3
|
2
|
4
|
3
|
4
|
80
|
77,5
|
||||
8
|
Judin
|
2
|
3
|
2
|
2
|
2
|
2
|
54
|
4
|
2
|
3
|
3
|
3
|
75
|
64,58333333
|
||||
9
|
TIGA
|
Urai
|
3
|
4
|
3
|
2
|
4
|
3
|
79
|
2
|
3
|
3
|
2
|
2
|
60
|
69,58333333
|
73,64583333
|
||
10
|
Deris
|
2
|
3
|
4
|
3
|
4
|
2
|
75
|
3
|
2
|
2
|
4
|
4
|
75
|
75
|
||||
11
|
Tioming
|
3
|
3
|
2
|
3
|
2
|
3
|
66
|
4
|
3
|
4
|
2
|
3
|
80
|
73,33333333
|
||||
12
|
Dalson
|
4
|
4
|
3
|
3
|
3
|
3
|
83
|
2
|
2
|
3
|
4
|
3
|
70
|
76,66666667
|
||||
Keterangan
pengisian skor
4 = Sangat baik
:
skor 85 – 100
3 = Baik :
skor 68 – 84
2 = Cukup : skor 51 – 67
1 = Kurang : ≤ 50
Lampiran
3 :
PENILAIAN KOGNITIF
Teknik Penilaian : Tes tertulis
Bentuk Instrumen : Soal uraian
Kisi-kisi
Indikator
|
Soal
|
Kunci
Jawaban
|
Skor
|
|
Mengidentifikasi
ciri-ciri umum Plantae
|
1.
Jelaskan ciri-ciri umum tumbuhan
|
·
Merupakan organism eukariotik
·
Bersifat multiseluler
·
Memiliki dinding sel yang mengandung selulosa
·
Berklorofil a dan b
·
Berfotosintesis dan dapat menyimpanan cadangan makanan dalam
bentuk amilum.
·
Bereproduksi secara generative dan vegetative
·
Memiliki akar, batang dan daun, bunga, buah, biji.
|
7
|
|
Menyajikan data tentang ciri-ciri morfologi bryophyta
|
2.
Mengapa tumbuhan lumut dikatakan sebagaitumbuhan pealihan
thallophyta dan chormophyta ?
|
Lumut
dikatakan sebagai tumbuhan peralihan kerena belum memiliki, akar, batang dan
daun sejati.Lumut juga dikenal sebagao moss.
|
3
|
|
3.
Lumut belum memiliki pembuluh angkut (xylem dan floem)
bagaimanakah cara pengangkutan air dan garam mineral serta hasil fotosintesis
pada tumbuhan lumut?
|
Lumut
belum memiliki jaringan pengangkut olehkarena itu pada lumut hanya berupa
jaringan empulur. Air diserap oleh rizoid dengan cara imbibisi kemudian
diedarkan ke seluruh bagian tubuh lumut melalui proses difusi. Begitupun
hasil fotosintesis di edarkan dengan cara yang sama.
|
3
|
||
Membandingkan cirri
morfologi tumbuhan lumut dan cirri umum kingdom plantae
|
4.
Apa perbedaan ciri dari tumbuhan lumut danciri dari dunia
tumbuhan secara umum.
|
Tumbuhan Lumut
|
Dunia Tumbuhan Secara Umum
|
5
|
a.
Umumnya memiliki habitat di daerah yang lembab.
b.
Merupakan tumbuhan peralihan
c.
Akar berupa rizoid
d.
Tidak memiliki jaringan pengangkut
e.
Mengalami metagenesia dengan fase gametofit dan fase sprofit.
|
a.
Habitatnya bervariasi
b.
Merupakan tumbuhan sejati
c.
Mempunyai akar sejati, daun dan batang yang suda dapat di
bedakan
d.
Memiliki jaringan pengangkut berupa xylem dan floem
e.
Berkembang biakan secara vegetative dan generative.
|
|||
Menjelaskan
dasar-dasar klasifikasi bryophyte
|
5.
Berdasarkan bentuk tubuh lumut
diklasifikasikan kedlam berapa kelas? Jelaskan !
|
Tumbuhan
lumut diklsfikasikan menjadi tiga kelas yaitu, Hepaticopsida yaitu lumut
hati, Anthocertopsida yakni lumut tanduk dan bryiopsida yakni lumut daun.
Hepaticopsida:
Tumbuhan talus
dengan tubuh berbentuk lembaran pipih, dan berlobus contohnya, (Marchantia
sp, Lunularia, Jungermannia)
Anthocerptopsida:
Berbentuk seperti lumut hati tetapi, sporofitnya berbentuk
kapsul memanjang seperti tanduk dan
mengandung kutikula.contohnya, (Anthoceros puctatus, Phaeeocorus ,
folioceros)
Bryopsida
:
Merupakan
lumut sejati, tubunya berbentuk seperti tumuhan kecil yang tumbuh tegak
seperti daun.
(Polytrichum
commune,Sphagnum squarosum)
|
4
|
|
FORMAT PENILAIAN
KOGNITIF
NO
|
NAMA PESERTA DIDIK
|
NOMOR SOAL DAN
SKOR
|
JUMLAH SKOR
|
NILAI
|
||||
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
||||
7
|
3
|
3
|
5
|
4
|
22
|
100
|
||
1.
|
||||||||
2.
|
||||||||
3.
|
||||||||
4.
|
||||||||
5.
|
||||||||
6.
|
||||||||
7.
|
||||||||
8.
|
||||||||
9.
|
||||||||
...
|
||||||||
NA = SKOR PEROLEHAN X 100
SKOR
MAX
Lampiran
3 :
BAHAN
AJAR
TUMBUHAN
LUMUT
Bahan
ajar ini membahas tentang BRYOPHYTA / TUMBUHAN LUMUT meliputi ciri khas
(habitat, struktur tubuh) cara reproduksi, metagenesis, klasifikasi,
contoh dan peranan dalam kehidupan
A. Lumut
(pengertian,ciri-ciri,klasifikasi,siklus dan manfaat lumut)
a.
Pengertian
Lumut (Bryophyta)
Lumut merupakan kelompok tumbuhan yang telah beradaptasi dengan lingkungan darat. Kelompok tumbuhan ini penyebarannya menggunakan spora dan telah mendiami bumi semenjak kurang lebih 350 juta tahun yang lalu. Pada masa sekarang ini Bryophyta dapat ditemukan disemua habitat kecuali di laut (Gradstein,2003).
Dalam skala evolusi lumut berada diantara ganggang hijau dan tumbuhan berpembuluh (tumbuhan paku dan tumbuhan berbiji). Persamaan antara ketiga tumbuhan tersebut adalah ketiganya mempunyai pigmen fotosintesis berupa klorofil A dan B, dan pati sebagai cadangan makanan utama (Hasan dan Ariyanti, 2004).
Perbedaan mendasar antara ganggang dengan lumut dan tumbuhan berpembuluh telah beradaptasi dengan lingkungan darat yang kering dengan mempunyai organ reproduksi (gametangium dan sporangium), selalu terdiri dari banyak sel (multiselluler) dan dilindungi oleh lapisan sel-sel mandul, zigotnya berkembang menjadi embrio dan tetap tinggal di dalam gametangium betina. Oleh karena itu lumut dan tumbuhan berpembuluh pada umumnya merupakan tumbuhan darat tidak seperti ganggang yang kebanyakan aquatik (Tjitrosoepomo, 1989).
Lumut dapat dibedakan dari tumbuhan berpembuluh terutama karena lumut (kecuali Polytrichales) tidak mempunyai sistem pengangkut air dan makanan. Selain itu lumut tidak mempunyai akar sejati, lumut melekat pada substrat dengan menggunakan rhizoid. Siklus hidup lumut dan tumbuhan berpembuluh juga berbeda (Hasan dan Ariyanti, 2004).
Pada tumbuhan berpembuluh, tumbuhan sesungguhnya di alam merupakan generasi aseksual (sporofit), sedangkan generasi gametofitnya sangat tereduksi. Sebaliknya pada lumut, tumbuhan sesungguhnya merupakan generasi seksual (gametofit). Sporofit lumut sangat tereduksi dan selama perkembangannya melekat dan tergantung pada gametofit (Polunin, 1990).
Lumut merupakan kelompok tumbuhan yang telah beradaptasi dengan lingkungan darat. Kelompok tumbuhan ini penyebarannya menggunakan spora dan telah mendiami bumi semenjak kurang lebih 350 juta tahun yang lalu. Pada masa sekarang ini Bryophyta dapat ditemukan disemua habitat kecuali di laut (Gradstein,2003).
Dalam skala evolusi lumut berada diantara ganggang hijau dan tumbuhan berpembuluh (tumbuhan paku dan tumbuhan berbiji). Persamaan antara ketiga tumbuhan tersebut adalah ketiganya mempunyai pigmen fotosintesis berupa klorofil A dan B, dan pati sebagai cadangan makanan utama (Hasan dan Ariyanti, 2004).
Perbedaan mendasar antara ganggang dengan lumut dan tumbuhan berpembuluh telah beradaptasi dengan lingkungan darat yang kering dengan mempunyai organ reproduksi (gametangium dan sporangium), selalu terdiri dari banyak sel (multiselluler) dan dilindungi oleh lapisan sel-sel mandul, zigotnya berkembang menjadi embrio dan tetap tinggal di dalam gametangium betina. Oleh karena itu lumut dan tumbuhan berpembuluh pada umumnya merupakan tumbuhan darat tidak seperti ganggang yang kebanyakan aquatik (Tjitrosoepomo, 1989).
Lumut dapat dibedakan dari tumbuhan berpembuluh terutama karena lumut (kecuali Polytrichales) tidak mempunyai sistem pengangkut air dan makanan. Selain itu lumut tidak mempunyai akar sejati, lumut melekat pada substrat dengan menggunakan rhizoid. Siklus hidup lumut dan tumbuhan berpembuluh juga berbeda (Hasan dan Ariyanti, 2004).
Pada tumbuhan berpembuluh, tumbuhan sesungguhnya di alam merupakan generasi aseksual (sporofit), sedangkan generasi gametofitnya sangat tereduksi. Sebaliknya pada lumut, tumbuhan sesungguhnya merupakan generasi seksual (gametofit). Sporofit lumut sangat tereduksi dan selama perkembangannya melekat dan tergantung pada gametofit (Polunin, 1990).
b.
Ciri-ciri Lumut
Ciri-ciri lumut secara umum adalah sebagai berikut :
Ciri-ciri lumut secara umum adalah sebagai berikut :
a)
Berwarna
hijau, karena sel-selnya memiliki kloroplas (plastida).
b) Struktur tubuhnya masih sederhana, belum memiliki jaringan
pengangkut.
c) Proses pengangkutan air dan zat mineral di dalam tubuh
berlangsung secara difusi dan dibantu oleh aliran sitoplasma.
d) Hidup di rawa-rawa atau tempat yang lembab.
e) Ukuran tinggi tubuh ±
20 cm.
f) Dinding sel tersusun
atas sellulose.
g) Gametangium terdiri atas anteredium dan archegoniom.
h) Daun lumut tersusun atas selapis sel berukuran kecil
mengandung kloroplas seperti jala, kecuali pada ibu tulang daunnya.
i)
Hanya
mengalami pertumbuhan primer dengan sebuah sel pemula berbentuk tetrader.
j)
Belum
memiliki akar sejati, sehingga menyerap air dan mineral dalam tanah menggunakan
rhizoid.
k) Rhizoid terdiri atas beberapa lapis deretan sel parenkim.
l)
Sporofit
terdiri atas kapsul dan seta.
m)
Sporofit
yang ada pada ujung gametofit berwarna hijau dan memiliki klorofil, sehingga
bisa melakukan fotosintesis.
B.
Klasifikasi
Lumut
Divisio tumbuhan lumut dibagi menjadi beberapa kelas, yaitu:
1. Musci (lumut daun)
Divisio tumbuhan lumut dibagi menjadi beberapa kelas, yaitu:
1. Musci (lumut daun)
Disebut
lumut daun karena pada jenis lumut ini telah ditemukan daun
meskipun ukurannya masih kecil. Lumut daun merupakan jenis lumut yang
banyak dijumpai sehingga paling banyak dikenal. Contoh-contoh spesiesnya
adalah Polytrichum juniperinum, Furaria, Pogonatum cirratum, dan Sphagnum.
2. Hepaticae (lumut hati)
Lumut
hati atau Hepaticae dapat bereproduksi secara seksual dengan peleburan gamet
jantan dan betina, secara aseksual dengan pembentukan gemmae. Contohnya
adalah Marchantia polymorpha.
3. Anthocerotaceae (lumut tanduk)
3. Anthocerotaceae (lumut tanduk)
Disebut
sebagai lumut tanduk karena morfologi sporofitnya mirip seperti tanduk hewan.
Contohnya adalah Anthoceros leavis.
Morfologi lumut bervariasi. Ada 2 tipe lumut hati yaitu lumut hati bertalus (thallose liverwort) dan lumut hati berdaun (leafy liverwort). Lumut hati melekat pada substrat dengan rhizoid uniselluler (Hasan dan Ariyanti, 2004). Pada kebanyakan lumut thalloid selain rhizoid juga dijumpai sisik-sisik. Sporofit pada kelompok lumut ini hidupnya hanya sebentar, lunak dan tidak berklorofil. Spora yang telah masak dikeluarkan dari kapsul dengan cara kapsul pecah menjadi 4 bagian memanjang atau lebih (Gradstein, 2003).
Anthoceropsida atau lumut tanduk mempunyai gametofit bertalus dengan sporofit indeterminate dan berklorofil. Berbeda dengan bryophyta lainnya, sel-sel talus Anthocerpsida mempunyai satu kloroplas besar pada masing-masing selnya. Kapsul berbentuk silindris memanjang dimulai dari bagian ujung kapsul (Hasan dan Ariyanti, 2004).
Bryopsida dikenal sebagai lumut daun atau lumut sejati, merupakan kelas yang terbesar dalam bryophyta. Hampir semua anggotanya mempunyai gametofit yang telah terdifferensiasi sehingga dapat dibedakan bentuk-bentuk seperti batang, cabang dan daun. Sporofit bryopsida berumur panjang, berwarna kecokelatan terdiri atas kaki yang berfungsi untuk menyerap nutrien dari gametofit, dan kapsul yang disangga oleh suatu tangkai disebut seta. Spora masak dibebaskan dari kapsul setelah operculum (struktur semacam tutup pada kapsul) membuka secara perlahan-lahan melalui satu atau dua baris gigi-gigi yang disebut peristom. Takakiopsida hanya mempunyai satu marga yaitu Takakia, dikenal sebagai suatu kelompok baru Bryopsida. Takakiopsida mempunyai ciri-ciri gabungan antara lumut sejati dan lumut hati (Mishler et al., 2003).
C.
Siklus
Hidup Lumut
Lumut mengalami siklus hidup
diplobiontik dengan pergantian generasi heteromorfik. Kelompok tumbuhan ini menunjukkan pergiliran generasi gametofit dan sporofit yang secara morfologi berbeda. Generasi yang dominan adalah gametofit, sementara sporofitnya secara permanen melekat dan tergantung pada gametofit. Generasi sporofit selama hidupnya mendapat makanan dari gametofit seperti pada Gambar 2.2 (Mishler et al., 2003).
diplobiontik dengan pergantian generasi heteromorfik. Kelompok tumbuhan ini menunjukkan pergiliran generasi gametofit dan sporofit yang secara morfologi berbeda. Generasi yang dominan adalah gametofit, sementara sporofitnya secara permanen melekat dan tergantung pada gametofit. Generasi sporofit selama hidupnya mendapat makanan dari gametofit seperti pada Gambar 2.2 (Mishler et al., 2003).
Pada siklus hidup tumbuhan lumut, sporofit menghasilkan spora yang akan berkecambah menjadi protonema. Selanjutnya dari protonema akan muncul gametofit. Generasi gametofit mempunyai satu set kromosom (haploid) dan menghasilkan organ sex (gametangium) yang disebut archegonium (betina) yang
menghasilkan sel telur dan antheredium (jantan) yang menghasilkan sperma berflagella (antherezoid dan spermatozoid). Gametangium biasanya dilindungi oleh daun-daun khusus yang disebut bract (daun pelindung) atau oleh tipe struktur pelindung lainnya (Mishler et al., 2003).
Gametangium jantan (antheredium) berbentuk bulat atau seperti gada, sedangkan gametogonium betinanya (arkegonium) berbentuk seperti botol dengan bagian lebar disebut perut dan bagian yang sempit disebut leher. Gametangia jantan dan betina dapat dihasilkan pada tanaman yang sama (monoceous) atau pada tanaman berbeda (dioceous) (Gradstein, 2003).
Fertilisasi sel telur oleh antherezoid menghasilkan zigot dengan dua set kromosom (diploid). Zigot merupakan awal generasi sporofit. Selanjutnya pembelahan zigot membentuk sporofit dewasa yang terdiri dari kaki sebagai pelekat pada gametofit, seta atau tangkai dan kapsul (sporangium) di bagian ujungnya.
Kapsul merupakan tempat dihasilkannya spora melalui meiosis. Setelah spora masak dan dibebaskan dari dalam kapsul berarti satu siklus hidup telah lengkap (Hasan dan Ariyanti, 2004)
D.Manfaat Lumut
Suatu penelitian yang menyangkut kegunaan Bryophyta di seluruh dunia telah dilakukan. Berdasarkan data yang ada, lumut dapat digunakan sebagai bahan untuk hiasan rumah tangga, obat-obatan, bahan untuk ilmu pengetahuan dan sebagai indikator biologi untuk mengetahui degradasi lingkungan. Beberapa contoh lumut
yang dapat digunakan tersebut adalah Calymperes, Campylopus dan Sphagnum (Glime & Saxena, 1991 dalam Tan, 2003). Selain sebagai indikator lingkungan, keberadaan lumut di dalam hutan hujan tropis sangat memegang peranan penting sebagai tempat tumbuh organisme seperti serangga dan waduk air hujan (Gradstein, 2003).
Sphagnum kadang-kadang digunakan sebagai media alternatif untuk mengerami telur buaya oleh para petani buaya di Philipina. Bahkan dilaporkan pula penggunaan lumut yang dikeringkan sebagai bahan bakar dan bahan untuk konstruksi rumah-rumah di daerah-daerah panas tetapi hal ini tidak dapat
diterapkan
di wilayah Asia Tenggara (Pant & Tewari, 1989 dalam Tan, 2003).
Lumut sering juga digunakan untuk pertamanan dan rumah kaca. Hal lain yang telah dilakukan dengan lumut ini adalah menggunakannya sebagai bahan obat-obatan. Berdasarkan hasil penelitian di Cina, lebih dari 40 jenis lumut telah digunakan oleh masyarakat Cina sebagai bahan obat-obatan terutama untuk mengobati gatal-gatal dan penyakit lain yang disebabkan oleh bakteri dan jamur (Ding, 1982 dalam Tan 2003).







